Sabtu, 08 Juni 2013

Cahaya di Lorong Gelap

Suatu ketika ku langkahkan kaki ini melewati lorong kehidupan yang begitu gelap
Aku meraba - rabakan kakiku untuk berjalan kedepan walau tak sedikitpun cahaya menuntun langkahku
Aku terus berusaha berjalan, mudah saja berjalan tapi kebimbangan yang membuat langkahku berat
Mudah saja berjalan, namun pecahan kaca yang tak ku lihat siap melukai kakiku
Mudah saja berjalan,namun ular berbisa dan kalajengking siap menghentikan langkahku

Ku harapkan ada seorang yang membawakanku cahaya lilin 
Walaupun redup tapi bisa untuk membantuku melihat apa yang ku lewati
Agarku tak bimbang melangkahkan kakiku
Agar aku bisa menghindarkan kakiku yang telah letih ini dari pecahan kaca itu
Agar aku bisa terus berjalan dan menghindar dari serangan ular berbisa dan kalajengking itu
Ku harapkan bantuanmu wahai hamba Tuhan 
Bawakan aku penerang jalanku
Nanti kuharap kita akan bisa menjadikan lilin tadi sebuah obor yang besar nyalanya
Kan kita ubah obor tadi menjadi neon yang menyala terang
Apabila jalan kita sudah terang benderang, mari kita pasang neon - neon yang lain di semua lorong gelap kehidupan ini
Agar orang - orang yang mengalami nasib sepertiku bisa menemukan langkah mereka

Ku yakin Tuhan dengan tulus akan memberikan matahari-Nya untuk kita
Karena Tuhan tidak pernah ingkar janji
Selalu memberi kelebihan untuk kita yang berusaha menempuh kekurangan hidup kita dengan melebihkan diri kita untuk orang lain
Aku yakin itu... 

Kamis, 06 Juni 2013

HUJAN HARI INI



Hujan hari ini menghilangkan semua jejakmu di masa laluku
Hujan hari ini menguapkan panasnya hari kemarin yang membakar hatiku kala aku mengingatmu
Hujan hari ini melarutkan rasa simpati dan banggaku terhadapmu
Hujan hari ini menghanyutkan semua kenangan tentangmu

Hujan hari ini menepis harapan kosong tentang dirimu
Hujan hari ini adalah bukti bahwa aku tak lagi untukmu
Hujan hari ini membuatku bahagia bisa terlepas darimu
Hujan hari ini mengalirkan semangat baru untukku bangkit walaupun tanpamu



*teruntuk kamu, seseorang yang singgah di masa laluku


Rabu, 05 Juni 2013

Where Are You Oppa???




Lelah rasanya hati ini menanti pujaan hati yang tak kunjung datang. Rasanya ingin sekali aku yang menjemputmu agar aku tak perlu menunggu kedatanganmu yang tak tau kapan, namun apa daya aku adalah seorang wanita, wanita yang selalu menundukkan wajah apabila bertatap muka denganmu. Ingin rasanya kisah cintaku semanis kisah cinta di drama-drama korea, tapiiii..........kisah cinta di drama-drama korea yang aku tonton nggak semuanya manis. Hmmmmmm.....contohnya saja kisah cinta Oh Hanydan Baek Sung Jodi drama Naughty Kiss, waduuh sakit banget jadi Oh Hany lebih sakit dari keadaanku sekarang, lalu kisah cintanya Song Yi Kyung dan Yi Soo si malaikat maut di 49 days malah makin parah lagi, cinta mereka harus dipisahkan oleh kematian, huuuh..!! Harusnya aku bersyukur tak memiliki kisah cinta yang begitu menyakitkan sehingga membuat aku menjadi orang yang stress yang selalu diperdaya dan diperbudak oleh yang namanya CINTA.
***
Pendamping hidupku dimana kamu??? Siapakah kamu??? Kamu dari mana??? Anaknya siapa??? Kamu cakep nggak??? Kamu ......kapaaan dateeeng???!! Waduuuhhhhhh...........dasar deh orang stress. Tuhan tolong kasih tau hambamu ini siapakah namja yang kelak kan jadi pasangan hidupku.ough,,,,!!! Tapi Tuhan...nggak usah kasih tau deh biar jadi suprise buat ku. Aku mau berandai-andai dulu, mau membandingkan,mau milih-milih and mencocokan semua tipe-tipeku, bolehkan Tuhan..???
Pertama, seandainya pasangan hidupku itu Kim Hyun Joong(oh...aamiin...^^V), lahir tahun 6 juni 1986 (nggak jauh amat beda 5 tahun dengan aku @,@ ), tinggi 183 cm(waduuu...), cakep(g usah ditanya lagi....), aktor sekaligus penyanyi, dari segi fisik perfect banget tapi dari segi agama aku nggak seagama sama dia (aaissh....T.T), klo nggak seagama, gimana mau imamin aku sholat ntar... Disamping nggak seiman dia itu kisser sejati (oh noooo!), liat aja di drama-drama yang dia bintangin (BBF and Naughty Kiss). Dengan beraaat hati Kim Hyun Joong gagal jadi pasangan hidupku. Bye bye oppa...T.T
Kedua, seandainya pasangan hidupku itu Lee Hyuk JaeakaEunhyuk SUJU(tuing-tuing ^^) ,lahir 4 april 1986, tinggi 176 cm, ganteng + cantik (looh?), machine dancingnya SuJu, jago ngrap, pembersih banget, lucu, nggak suka minum-minum, piii g seiman lagi...(hadeeh...!). Disamping itu katanya Hyukppa orangnya suka nyimpen foto-foto yang XXX (g boleh disebut) dan katanya lagi foto-foto begituan itu (eiits g boleh dibayangin) banyak banget di laptopnya. Mau buktinya? Nonton aja Suju Clean House. Hmmmm.....sehingga keputusan akhirnya hyukppa harus angkat koper dari daftar calon pendamping hidupku... annyeong oppa choisipseo T.T
Ketiga, jeng jeng...siapakah orang yang bruntung kali ini, yang katanya akan menjadi penampingku,,,, kita tampilkan inilah diaaa Kim Joong Woon aka Yesung Suju!!!. Yuks mari kita liat latar belakang oppa yang satu ini, cekiidoot... Lahir tanggal 24 agustus 1984, tinggi 178 cm, suaranya bagus ( sangat – sangat bagus), oppa juga personilnya Suju KRY, oppa sendiri di panggil yesung karena yesung itu artinya Art Of Voice, buktinya udah jelas kalau suara oppa itu bagus banget. Aku tu terpesona banget pas liat oppa bareng suju tampil di Music Bank tanggal 24/12/2011, waktu itu mereka lagi nyanyiin lagu superman, waduh super banget deh penampilan mereka waktu itu terlebih lagi Yeppa (ohh....jeoungmal jeoungmal boshita ^^). Tapi sayang disamping soal kepercayaan lagi yang berlainan (aa sireo...T.T) katanya yeppa masih sayang sama mantannya yang dulu yaitu eoni yong soo young, emang sih eoni ini cute banget dan nggak salah kalau Yeppa masih sayang sama dia , tau nggak kalau kalung salib yang sering dipakai Yeppa dilagu Sorry Sorry, ternyata itu pemberian sang mantan (ough aku cemburuu!), karena oppa udah milih sang mantan dari pada aku, yah dengan hati yang teriris terpaksa aku melepasmu oppa. Semoga oppa bisa balik sama eoni dan hidup bahagia (nangis darah T.T). 
Keempat, pastinya semua cewek bakalan teriak-teriak kalau denger nama oppa yang satu ini. Siapa dia??? Sebelum kita intip siapa oppa ini,aku mau nyanyin salah satu lagu yang pasti kalian langsung bisa tebak siapa oppa ini. Yeaah let’s sing together this song!
Oetoriya oetoriya darididaraduuu~~
Oetoriya oetoriya darididaraduuu~~
Oetoriya oetoriya sarange seulpeohago sarange nunmuljitneun oetori~
Sad sad sad sad sad sad tonight gaseumi appa
Oh No no no no no no body  knows mam molla
One two three four five six seven night
Sun malheun bameul seumyeo nareul dallaego isseo.
Naaahhh udah taukan sekarang..? yuupss ini dia oppa yang paling aku sayang, yaitu Jung Yong Hwa. Lahir  22 juni 1989, tinggi 180 cm, vocalis + raper + gitaris+ leader dari grup band CN. BLUE (nomu nomu nomu joae oppa, boshita bangeeet ^^), aktor (you are beautiful and heartstrings), suaranya bagus (banget),cakep (so pasti), hmmmmmmmmm tapiiiiiiii kita lain agama oppaa (huuuh...semoga oppa kelak mau masuk agamaku ya...hehe..aamiin....^^), disamping itu juga katanya paling nggak suka sama pelajaran Matematika (itu kan jurusan aku di kampus oppa T.T), tapi tenang entar aku ajarin oppa deh ^^, oppa paling suka sama pelajaran bahasa inggris ( naah..ajarin aku ya oppa ,,itukan pelajaran yang paling aku nggak seneng, jadinya impas deh kita saling ajar pelajaran yang kita seneng), kata oppa tipe ceweknya itu yang tingginya sampai bahunya dia (kalau 156 cm smpe bahunya oppa kan? ^^ asyiiik masuk kriteria niih ). Tapi walaupun oppa nggak seagama sama aku, aku akan tetap menunggumu sampai oppa mau masuk agamaku (maksa banget deeh..!), tapi kalau nanti oppa nggak mau yaah terpaksa oppa harus aku lepasin walaupun sayaang banget itu harus terjadi....bye bye oppa, save your healthy n always gwenchana.


Yang selanjutnya adalaaaaaah......jreeeng....!
Yah udah habis nih stok namjanya ... yah gimana dong? Aku kan belum menemukan siapa pendamping hidupku kelak (andwe....hiks hiks ). Hmmmmm mungkin Tuhan belum memberikan kesempatan buatku sekarang, mungkin besok langsung dapet tanpa harus memilih dan dia itu langsung tepat sasaran sesuai idaman aku...semoga ya Tuuhaaannn...( aamiin.. ) !!!
***
            Yaah udah jauh – jauh berkelana ke Korea buat ngelirik namja – namja yang nomu jeoungmal boshita sangat itu namun kondisi berkata lain. Mungkin jodohku bukan berasal dari sana, dan mungkin Tuhan berkata “ngapain cari jauh – jauh sampai ke Korea segala, emang yang deket nggak masuk kriteria mu ya?”, heehee mungkin benar juga ya ngapain aku menghayal jauh – jauh buat mencarinya, siapa tau aja ternyata jodohku itu adalah orang ada di dekat aku dan yang akan menjawab semua pertanyaan ku selama ini, dan dengan membawa sekuntum bunga mawar merah yang disandingkan dengan senyum manisnya dia berkata “ Kau tidak perlu mencari ku lagi ,I’m here for you”.

KISAH MASA KECILKU




Anak kecil itu terlihat senang berlarian kesan kemari di halaman rumahnya, tak ada gurat kesedihan sedikitpun terpancar dari wajahnya, tubuhnya yang kecil mungil itu dibelai-belai oleh angin yang ikut terhempas berlarian seiring gerakan si kecil yang kian lincah.
Tak taukah kau kawan apa yang akan terjadi kelak di kehidupanmu yang selanjutnya? Tak taukah kau teman begitu berat perjalanan hidup yang akan menantimu di depan sana? Tak taukah kau sobat derai air mata kelak akan tertumpah membasahi jalan yang selalu menunggu untuk kau lewati? Tak taukah kau sahabat sungguh hidup ini sangat  berat!
Kawan aku akan menceritakan kisah masa kecilku yang amat sangat bahagia, amat sangat tanpa beban yang setiap detik harus ku cari jalan keluarnya,masa kecil yang penuh canda tawa, yaitu masa kecil ketika ku punya kedua orang tua dan saudara.
Perkenalkan namaku Aisyah. Aku adalah anak dari orang tua yang sederhana, aku tak punya sesuatu yang wah, yang dapat ku pamerkan kepada teman – teman sebayaku, kehidupanku serba cukup dan alhamdulillah tidak pernah kurang. Ayah ku seorang supir pribadi dan ibuku seorang ibu rumah tangga biasa. Aku adalah anak tunggal dari kedua orang tuaku namun aku mempunya dua orang saudara se-ayah. Mereka tidak pernah jahat kepadaku layaknya cerita – cerita di sinetron, mereka selalu baik kepadaku, ku dengar cerita ibuku bahwa ketika aku masih bayi kedua kakakku itu selalu berebutan untuk menggendongku meskipun mereka menggendongku karena ingin diberikan ijin agar bisa keluar untuk menonton TV, maklumlah dahulu di kampung tempat aku tinggal hanya beberapa orang yang mempunyai televisi, dan agar bisa menonton ibu memberi syarat kepada kakak – kakakku agar membantu ibu untuk mengurus ku. Setiap haripun kedua kakakku itulah yang menemaniku bermain. Setiap pulang sekolah merekalah yang selalu mengajak ku untuk bermain. Kalau kakak ku yang paling besar sering mengajakku main masak – masakkan karena dia memang perempuan, lain halnya dengan kakak kedua ku dia adalah laki – laki  , kalau pulang sekolah dia selalu mengajak ku ke kebun milik pak haji Abdurrahman untuk ikut bermain bola atau bermain klereng. Aku ingat ketika itu kak Putra yaitu kakakku yang laki – laki mengajak ku ke kebun, karena kebun milik Pak Haji Abdurrahma ada di seberang sungai maka kak Putra selalu menggedong ku untuk menyebrangi sungai itu, kalau ku ingat masa itu sungguh bahagianya aku mempunyai kakak – kakak yang sangat baik padaku.
Suatu ketika kak Putra mengajak ku bermain ke kebun , tanpa sengaja ketika sudah sampai di seberang sungai kak putra menginjak patahan ranting mambu yang tajam sehingga kaki kak putra berdarah, aku ingat betul saat kak putra meringis kesakitan dan tak kusangka walaupun kaki kak putra berdarah dia tetap saja menggendongku untuk pulang ke rumah, aku kasian melihat kak putra yang menangis kesakitan ketika kaki kak putra diobati ibu, aku kasian melihat kak putra yang tidak bisa bermain bola gara – gara kakinya terluka, mungkinkah karena terlalu senang mengajak ku bermain sampai – sampai kak putra tak melihat ranting itu, aku senang sekali ketika kak putra menggendong ku di punggungnya sambil kak putra bernyanyi dan loncat – loncat kecil agar membuat ku terjungkal – jungkal ke udara  sambil melepas tertawa lebarku yang renyah, aku merasa bersalah kepada kak putra karena hanya ingin membuat aku bahagia dia menderita seperti itu, akupun ikut menangis melihat kak putra kesakitan, namun dengan senyuman kak putra yang khas dia mengelus – elus rambutku yang kriting, senyumannya yang selalu membuat ku tertawa di karenakan kalau kak putra tersenyum maka giginya yang jarang itu keliatan, aku suka itu. Namun saat itu ,senyuman kak putra tak membuat ku tertawa, senyuman itu malah membuat aku menangis, maafkan aku kak putra.
Suatu ketika saat kak rani yaitu kakakku yang perempuan  tamat SD, ayah mengirim kak Rani untuk melanjutkan sekolahnya di pondok pesantren, saat itu aku sedih sekali karena teman main masak-masakanku harus pergi dan tak bisa menemaniku membuat nasi goreng tanah dan mie goreng daun. Tak ada lagi teman main boneka yang setiap hari mengajakku memainkah kisah pesta- pesta ulang tahun. Namun karena harus melanjutkan sekolahnya, akupun harus rela kehilangan teman mainku itu, toh setiap libur kenaikan kelas kak rani akan pulang dan akan bermain lagi dengan ku.
Dan sekarang teman mainku kun Cuma kak putra. Karena setiap hari aku di ajak bermain bola dan kelereng bersama teman – temannya kak putra , akupun tumbuh menjadi anak yang tomboy. Tak pernah lagi aku memakai rok. Suatu ketika ayah mengajak ku jalan – jalan , karena aku paling suka apel merah akhinya ayah ingin membelikan ku apel merah di pedagang buah di deka perempatan , namun sayang apel merahnya habis, akupun memasang wajah murungku, akhirnya ayah menawarkanku ganti apel merahnya .
“ Aisyah kata ibu pedagangnya apel merahnya sudah habis, kita beli besok saja ya?”
Aku hanya diam sambil manyun – manyun.
“hmmm... kalau begitu sebagai gantinya Aisya mau ayah beliin apa?”
“aku mau maina yah” kata ku spontan.
“kalau begitu kita ke toko seberang itu ya”
Akupun menurut saya sambil mengganggukkan kepala.
Setelah sampai di toko mainan seberang jalan, ayah menyuruhku memilih mainan apa yang aku inginkan. Dengan polosnya aku mengacungkan jari telunjukku ke arah sebuah mainan yang sungguh membuat ayahku heran dan bertanya- tanya.
“Aisyah,,benar ingin yang itu?” tanya ayahku heran.
“mmmmmm...mmmmm..” kata ku sambil mengangguk.
“tapi ini mainan anak laki-laki nak.”kata ayahku memperlihatkan mainan yang aku pilih tadi.
“pokoknya mau yang ini.” Kataku ngotot sambil memegang erat mobil-mobilan pemadam kebakaran itu.
“hhhh...ya sudahlah, yang ini saja pak.” Kata ayahku kepenjual mainan sembari membayarnya.
Akupun cengar – cengir membayangkan akan memainkan mobil – mobilan ini bersama kak putra.
***
“Dek Aisyah, kakak pergi ke sekolah dulu ya, nanti kalau kakak pulang, kakak bawain mainan ya, nanti kita main lagi ya..”. kata kak putra sambil mengusap rambutku.
“ ya kak, sekolahnya yang cepet ya “ kataku sambil tersenyum.
Setelah perpamitan dan mencium tangan ibu, kak putra pun berangkat ke sekolah, dan tersenyum padaku sambil melambaikan tangannya.
Jam sudah menunjukkan jam 11 siang, namun kak putra belum juga pulang, aku bosan main sendiri dan berulang kali aku menanyakan pada ibu kpan kak putra akan pulang, sepertinya hidupku hampa tanpa kak putra.
“ ma sudah jam berapa? Kapan kak putra pulang? Masih lama ya?” pertanyaan itu berkali – kali aku tanyakan pada ibu. Namun ibu selalu sabar menanggapi pertanyaan anak umur 4 tahun yang cerewet ini.
“ sabar aisyah, sebentar lagi kak Putra pulang, sekarang kan kak putra sudah kelas 5 jadinya kak putra pulangnya jam 1 siang aisyah”. Kata mama lembut kepadaku.
“jam 1 itu bentar lagi ya ma, hmmmmm....?”
“sambil nunggu kak putra pulang kita buat pisang goreng kesukaan kak putra yuk!”
“okee….”kataku bersemangat.

BERSAMBUNG... ^_^